5 Model Mengajar PJOK Terbaru yang Paling Cocok dengan Kurikulum Terbaru (Kurikulum 2013 Edisi Revisi)

Table of Contents
5 Model Mengajar PJOK Terbaru yang Paling Cocok dengan Kurikulum Terbaru (Kurikulum 2013 Edisi Revisi) ~ Tahun 2017 ini semakin berkembang dengan adanya beberapa revisi yang dilaksanakan demi ketersempurnaannya Sebuah Kurikulum. Tidak dapat dipungkiri bahwa Kurikulum dari zaman ke zaman tentu pasti mengalami sebuah perubahan. Hal ini bisa terjadi karena memang daya saing di masyarakat dunia semakin tinggi sehingga menuntut sistem untuk lebih ditingkatkan mutunya dengan salah satu cara yaitu perbaikan atau revisi kurukulum. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kurikulum sebelumnya (Kurikulum KTSP 2004) itu buruk. Pada dasarnya kurikulum yang telah diterbitkan oleh pemerintah dalam hal ini melalui Kemdikbud sudah amatlah baik pada eranya. Semakin hari kedepan kurikulum tersebut harus di perbaiki agar dapat menyesuaikan dengan tuntutan serta kebutuhan masyarakat lingkungan sekitar.
Gambar : Proses KBM PJOK


Disini tidak akan dibahas lebih mendalam terkait fenomena perubahan kurikulum tersebut. Akan tetapi akan saya bahas terkait beberapa metode atau cara agar dalam mengajar PJOK bisa sesuai dengan tuntutan masa kini yaiitu Kurikulum 2013. Adapun pada kurikulum 2013 ini memiliki beberapa metode mengajar yang sangatlah disarankan. Namun bagi mata pelajaran PJOK kita tidak serta merta langusng menggunakann metode tersebut. Seperti kita ketahui bahwa dalam kelas PJOK itu berbeda sekali dengan kelas-kelas mata pelajaran yang lainnya. Maka dari itu mari kita pahami dulu konsep awal metode mengajar yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Beberapa model atau metode mengajar tersebut yaitu :

  1. Model pembelajaran berbasis masalah (Problem base learning)
  2. Model pembelajaran berbasis penemuan (Discovery learning)
  3. Model pembelajaran berbasis proyek (Project base learning)
Dari ketiga model tersebut sudah terlihat jelas sekali model pembelajaran yang dimaksudkan seperti apa. Sebagai contoh model penemuan. Model tersebut diarahkan agar peserta didik dapat menemukan sebuah teori dari beberapa stimulus atau rangsangan teori dan contoh dari gurunya. dari stimulus tersebut peserta didik diharapkan mampu mengkreasikan ulang teori baru ataupun model baru dalam sebuah substansi pembelajaran. Untuk model berbasis masalah ini cukup mudah, seorang guru hanya memberikan sebuah stimulus berupa permasalahan yang sedang terjadi untuk kemudian dikaji dalam materi pembelajaran. Sangat berbeda halnya dengan Model pryek dimana peserta didik diharapkan mampu menampilkan, menciptakan, ataupun mengkreasikan sebuah karya yang disusun, dirintis beberapa bsub materi pertemuan.
Mengajar pada kelas PJOK memang sangat berbeda sekali dengan kelas-kelas lain pada umumnya. Di kelas PJOK ini kita sangat familiar dengan dunia outdoor dan lapangan. Bisa disimpulkan juga bahwa model mengajar yang digunakan di kelas dan dilapangan itu berbeda. Model pembelajaran dikelas belum tentu dapat diterapkan dilapangan. Serta model pembelajaran di lapangan belum tentu dapat di implementasikan dalam model pengajaran di dalam kelas. Baiklah langsung saja berikut akan saya bahas model pembelajaran yang dianggap paling sesuai dengan lingkungan PJOK yaitu di Lapangan. Model tersebut adalah :

1. Model pembelajaran berbasis penemuan

Model pembelajaran ini sangatlah cocok dengan materi pembelajaran yang menuntut kreativitas tinggi bagi para peserat didik. Sebagai contoh adalah pada saat kita akan mengajarkan materi permainan bola besar (sepak bola). Peserta didik kita arahkan untuk mencipta, menemukan sebuah model serangan, atau variasi serangan pada permainan sepak bola. Guru senantiasa memantau proses penemuan model tersebut. Pembenaran ataupun koreksi untuk peserta didik bisa dilaksanakan secara individu maupun secara klasikal. Bagaimana apakah anda tertarik untuk menggunakan model ini? Selamat mencoba.

2. Model pembelajaran berbasis penemuan tak terbatas

Model pembelajaran yang kedua ini hampir sama dengan model pembelajaran yang pertama. Hanya saja disini tingkat kreativitas peserta didik lebih dituntut tinggi. Sebagai contoh nyata pada materi pembelajaran permainan bola besar (bola voli). Pada saat mengajarkan teknik servis, peserta didik kita persilakan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana untuk melakukan servis pada permainan bola voli. Nah, disini peserta didik akan lebih dapat mempraktikkan dan mengembangkan sesuai dengan kemampuan diri mereka. Kuncinya adalah peserta didik lebih leluasa untuk mengeksplorasi teknik tertentu dalam sebuah materi pembelajaran.

3. Model Pembelajaran Mengajar teman sebaya

Dari judul model pembelajaran ini bisa kita ketahui secara pasti bahwa kita melibatkan peserta didik yang lebih unggul. Model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dengan sesama dari mereka, sedangkan guru disini sifatnya sebagai pendorong dari belakang. Peserta didik kita pilah-pilah sesuai dengan kemampuan personal mereka. Kemudian dari hasil tersebut kita manfaatkan mereka (peserta didik yang menonjol) untuk mendampingi teman sebayanya. Model ini dipercaya sangat efektif khususnya bagi kelas yang memiliki beberapa peserta didik yang menonjol atua lebih unggul dari peserta didik yang lainnya.

4. Model pembelajaran Langsung

Pada model pembelajaran yang ke 4 ini syaratnya adala guru harus Menguasai secara totalitas materi yang diajarkan, baik teori maupun keterampilannya. Guru disini ibarat seorang Bos yang selalu benar dan tidak pernah salah. Peserta didik wajib mengikuti arahan dari guru untuk menjalankan bagia- bagian sub materi. Materi diajarkan mulai hal yang mudah ke hal yang lebih sulit, dari hal yang sederhana menuju ke hal yang lebih kompleks. Model pembelajaran ini sangatlah bagus digunakan untuk menguatkan materi bagi para peerta didik. Selain itu model ini juga sangat cocolk digunakan untuk membangun fundamental yang kuat. 

5. Model pembelajar Kooperatif

Model yang terakhir ini sudah sangat sering dijumpai di sekolah-sekolah. Kelas dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempelajarai suatu materi tertentu. Model ini lebih menekankan kerjasama antar sesama peserta didik dalam kelompok. Model ini sangatlah cocok untuk materi yang sifatnya massal, atau tim. Contoh : Sepak bola, voli, basket, softball, dll. Model ini merupakan model yang paling sederhana diantara model yang lain. Tetapi tetap kita ingat bahwa tidak semua kelas cocok diberikan model pembelajaran ini.

Baca Juga :

Bagaimana Mengatasi Peserta Didik yang Malas Gerak Pada Jam Pelajaran PJOK



5 Model pembelajaran di atas tentunya memiliki keunggulan serta kelemahan masing-masing. Untuk lebih tepatnya kita harus memperhatikan teknik mengajar agar menyenangkan bagi peserta didik. Saya pribadi sangatlah nyaman sekali menggunakan model yang pertama yaitu model pembelajaran berbasis penemuan. Namun sayang tidak semua materi dapat digunakan dengan model tersebut. Jadi, kita sebagai Guru khususnya Guru PJOK harus pandai pandainya untuk memilah dan menentukan model apa yang akan kita pakai untuk mengajar. Pertimbangkan dulu sematang mungkin sebelum anda menggunakan model pembelajaran tersebut dengan cara menimbang keunggulan dan kelemahan model pembelajaran sesua dengan substansi mater yang akan diajarkan. Demikianlah 5 model pembelajaran terbaru yang dirasa pas sesuai dengan kurikulum 2013 edisi revisi.

Post a Comment